Seorang Pria 28 Tahun Pada Hari Jumat Pukul 3 Sore

Aku berlari menuruni tangga kantorku. Jam tanganku, yang selalu aku lebihkan 15 menit, menunjukkan pukul 15.19 WIB. Setengah berlari, aku menuju tempat di mana motorku berada. Sembari merogoh tas slempangku, aku tersenyum menyapa satpam penjaga tempat parkir. Akhirnya aku menemukan kunci motorku.

Dengan segera aku menyalakan mesin motorku, memakai jaket, serta helm. Aku harus bergegas ke tempat di mana aku akan bertemu pacarku. Aku memeriksa kembali isi tasku, memastikan bahwa kotak kecil yang sudah kupersiapkan untuknya sudah siap. Ya, hari ini aku akan melamarnya.

Kupacu motorku dengan cepat. Aku tidak ingin terlambat. Kami sudah berjanji untuk bertemu di restoran di mana pertama kali aku memintanya untuk menjadi pacarku. Aku terus memacu motorku, menerobos lampu merah di sebuah perempatan yang besar.

Serentak kudengar bunyi klakson yang mendengung di telingaku. Tak sempat menghindar, sebuah truk menghantamku dari sisi kanan. Aku melayang. Aku membentur aspal dan terseret sampai beberapa meter. Seluruh badanku sakit dan pandanganku mulai kabur. Terdengar suara orang yang riuh di sekelilingku namun aku tak bisa bergerak. Pandangaku mulai kabur dan kesadaranku perlahan-lahan menghilang.

Sempat terlintas di benakku, apakah aku masih bisa bertemu dengan pacarku?

, , , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: