Kebanggaan Diri Sebagai Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Hasil dari ngoprek-ngoprek folder tugas jaman baheula… Ini ceritanya tugas essay dari rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru. Gw lupa sebenernya disuruh nulis apa, tapi kayaknya sih tentang kelebihan dan kekurangan kita gitu deh…

Dan setelah gw baca lagi, ternyata dulu gw jago bacot!

wew

Puki: Hohoho~


Setelah mengetahui bahwa saya telah diterima sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi UI, perasaan saya sangat gembira. Menjadi mahasiswa UI, khususnya fakultas psikologi, adalah impian saya selama ini. Untuk bisa diterima sebagai mahasiswa Universitas Indonesia tidaklah mudah. Saya harus berjuang bersama puluhan bahkan ratusan ribu orang yang mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiawa Baru (SPMB). Setelah lolos dari tes SPMB, yang hanya beberapa persen saja yang bisa diterima, tentu saja perasaan saya sangat senang. Saya juga bisa berbangga dan menunjukkan bahwa saya adalah orang yang mampu lolos dari tes SPMB dan menjadi mahasiswa Universitas Indonesia.

Sebagai mahasiswa baru Universitas Indonesia, saya harus mengubah kebiasaan saya dari kebiasaan-kebiasaan anak SMA menjadi kebiasaan seorang mahasiswa. Semasa SMA, saya sering sekali bermalas-malasan, menunda tugas hingga akhirnya tidak dikerjakan sama sekali, terlalu banyak bermain sehingga tidak memperhatikan pelajaran, dan hanya belajar serta mengulang pelajaran pada saat akan diadakan ulangan. Saya mengerti, bahwa dengan kebiasaan-kebiasaan seperti itu saya tidak akan dapat mengikuti pelajaran-pelajaran di universitas. Mahasiswa dituntut untuk rajin, selalu mengulang pelajaran agar tidak ada yang lupa, dan aktif dalam mencari tahu keterangan-keterangan yang tidak didapatkan di dalam diktat-diktat yang ada.

Walaupun banyak sifat-sifat saya semasa SMA yang harus ditinggalkan ketika saya menjadi mahasiswa, ada pula sifat-sifat yang saya miliki tidak perlu ditinggalkan, bahkan harus tetap dibawa dan mungkin ditingkatkan. Salah satunya saya yang sejak dahulu senang membaca buku, saya tahu bahwa diktat-diktat yang akan dipergunakan nanti akan berupa buku-buku yang tebalnya mungkin mencapai dua sampai tiga kali lipat tebal buku pelajaran SMA, oleh karena itu saya harus tetap senang membaca dan menigkatkan minat saya tersebut.

Adapun salah satu sifat saya yang dapat menjadi pedoman dan membantu dalam kehidupan mahasiswa adalah sifat mudah mengerti. Ketika saya masih di bangku SMA, pada saat guru menerangkan pelajaran saya cukup mendengarkannya sekali saja untuk dapat mengerti. Mungkin ada pula beberapa pelajaran yang saya harus mendengarkannya lebih dari satu kali untuk bisa mengerti. Saya berharap, dengan sifat ini, saya dapat menjalani kehidupan mahasiswa dengan baik.

Walaupun ada beberapa sifat yang dapat membantu saya dalam kehidupan mahasiswa, ada pula sifat-sifat saya yang dapat membawa diri saya dalam kehancuran karena tidak mampu untuk menyesuaikan diri. Sebagai contoh saya sering menunda-nunda tugas sampai batas waktu yang terdekat. Hal ini mungkin tidak terlalu berpengaruh di kehidupan SMA namun di kehidupan mahasiswa, hal ini dapat mengacaukan seluruh jadwal dan akan menbuat saya bekerja keras. Menurut saudara saya, seorang mahasiswa FKG UI angkatan 2003, tugas-tugas mahasiswa akan selalu bertambah setiap harinya. Oleh karena itu saya tidak boleh menunda pekerjaan, paling tidak saya harus bisa menyicil tugas-tugas yang ada sehingga tidak akan terlalu pusing ketika mendekati batas waktu dari tugas-tugas tersebut.

Kebiasaan hanya mengulang pelajaran pada saat akan ada ujian juga akan menyusahkan diri saya sendiri. Pelajaran-pelajaran pada saat kuliah tentu akan berbeda dari pelajaran-pelajaran pada saat kita sekolah, baik dari tingat kesulitannya, jenis-jenisnya, seta kuanitas pelajaran yang diajarkan. Jika saya tidak rajin mengulang pelajaran, maka secara tidak langsung saya akan sulit mengikuti pelajaran pada saat kuliah. Banyaknya pelajaran yang diajarkan akan membuat saya kewalahan pada saat ujian jika hanya akan mengulang pada saat ujian saja. Jika kita bisa mengulang setiap saat, maka pada saat akan diadakan ujian bahan-bahan yang perlu diulang tinggal sedikit karena sudah sering mengulang di waktu-waktu tidak ada ujian.

Kemalasan juga merupakan musuh terbesar dalam diri saya. Meskipun sebenarnya saya bisa belajar dan memahami suatu pelajaran, saya cendurung mencari jalan lain untuk mendapatkannya tanpa kerja keras. Seperti pada saat akan ada ulangan, saya tidak mengulang pelajaran melainkan sibuk membuat catatan-catatan kecil untuk dilihat pada saat ulangan. Saya tahu perbuatan saya ini tidak benar dan semoga kehidupan mahasiswa akan merubah kebiasaan saya ini.

Walaupun cukup banyak kekurangan yang telah saya sadari, saya tetap bangga menjadi seorang mahasiswa Universitas Indonesia. Namun, apakah arti dari bangga itu sendiri? Menurut sebuah kamus bahasa Inggris online (http://www.thefreedictionary.com/proud) bangga adalah sebuah keadaan dimana kita sangat puas dengan apa yang kita berhasil capai, punya, kualitas serta berhubungan dengan sesuatu yang cukup bagus.

Sebagai mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, saya merasa bangga karena dapat diterima menjadi mahasiswa Universitas Indonesia merupakan idaman hampir semua murid-murid SMA yang baru lulus. Namun hanya sedikit dari mereka yang mampu menjawab dan lolos dari tes SPMB yang cukup sulit mungkin karena usaha mereka kurang keras dalam pencapaian impian mereka. Satu lagi, banyak teman-teman dari SMA saya yang mendaftar menjadi peserta SPMB dan berharap bisa masuk dan menjadi mahasiswa Universitas Indonesia namun hanya beberapa saja, tepatnya 3 orang termasuk saya, yang dapat lolos. Hal ini membuat saya bangga karena hanya sedikit dari teman-teman saya yang dapat lolos dan masuk menjadi mahasiswa Universitas Indonesia.

Kebanggaan itu tidak hanya datang pada saat kita mencapai sesuatu yang kita inginkan, kebanggaan itu juga dapat muncul ketika sesuatu yang kita capai merupakan sesuatu yang berprestasi. Menurut berita-berita yang ada di website www.ui.ac.id, Universitas Indonesia mempunyai banyak sekali prestasi baik yang akademis maupun yang non-akademis. Oleh karena itu saya sangat bangga ketika bisa menjadi mahasiswa Universitas Indonesia

Kesimpulannya, menjadi mahasiswa Universitas Indonesia merupakan salah satu kebanggaan tersendiri. Dan lagi sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia merupakan kebanggaan yang lain dari kebanggaan sebagai mahasiswa Universitas Indonesia. Karena orang-orang yang mampu mencapai sampai ke tingkat ini hanya sedikit. Kelebihan dan kekurangan pasti ada dalam diri seseorang, hanya kekurangan itu dapat merusak hidup seseorang ketika orang itu tidak dapat melawan kekurangan itu sendiri.

, , , ,

  1. #1 by raissa on August 6, 2009 - 4:19 pm

    *Saya harus berjuang bersama puluhan bahkan ratusan ribu orang yang mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiawa Baru (SPMB).*

    man kamu anak PPKB! (LOL)

  2. #2 by shanti on August 7, 2009 - 4:34 am

    boooo! dari mana ceritanya lu lulus SPMB?! gyahahahaha

  3. #3 by Bebek Jamuran... on August 7, 2009 - 7:40 pm

    Itu dia… Gw sendiri jg bingung kenapa gw nulisnya jadi anak SPMB…

    Mungkin ceritanya mau low profile gitu kali…😛

  4. #4 by sari on February 16, 2015 - 7:34 pm

    halah

  5. #5 by Sari Natalia on May 17, 2015 - 9:19 pm

    haloo mau nanya seputar psikologi ui

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: