Menikmati Kesendirian…

Ketika ada seorang temanku yang menghampiriku dan bertanya:

Sedang menikmati kesendirian, Dip?

Kujawab dengan yakin:

YA! Aku menikmati kesendirianku!

Kudengar suara teman-temanku bercakap-cakap. Gelak tawa mereka menggema di kantin kecil kampus kami. Mereka semua berkumpul menjadi kelompok-kelompok kecil. Tapi aku berdiri sendiri, tanpa ada orang di sekelilingku. Aku seperti dikucilkan…

Kulihat teman-temanku berjalan pelan. Mereka menyusuri jalan untuk kembali ke rumah masing-masing. Mengisi waktu di perjalanan, mereka berbincang-bincang. Sedangkan aku berjalan dengan cepat, melewati mereka dan langsung menuju kamarku. Aku seperti ditinggalkan…

Kupilih meja yang terpisah dengan teman-temanku. Mereka menyantap makanan yang dipesan sambil berbincang-bincang dan tertawa. Sedangkan aku duduk dan menyantap makananku sendirian. Aku seperti dijauhi…

Tapi… Aku senang!
Aku tidak perlu ikut berbicara basa basi ketika aku ingin segera pulang!
Aku tidak perlu ikut berjalan lambat ketika aku sedang terburu-buru!
Aku tidak perlu menunggu semua temanku selesai makan ketika aku ingin cepat-cepat pulang!

Aku tidak terkekang konformitas sosial! Aku bebas! Aku yang mengatur ke mana langkahku membawaku!

Aku berjalan sendirian menyusuri jalan Margonda yang panjang. Tanpa teman, tanpa seorangpun yang berjalan menemaniku. Sembari tersenyum miris, aku berpikir:

Ternyata aku memang butuh waktu untuk sendirian…

, , , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: