Terhisap dan Tenggelam Secara Perlahan

Entah kesambet apa sampe-sampe gw dapet ilham untuk menulis sesuatu yang aneh bin ajaib ini… Yang pasti, ini hanyalah sebuah tulisan fiksi. Bila ada kesamaan tokoh dan kejadian, itu benar-benar tidak disengaja. Namun ketahuilah, setiap cerita fiksi pasti ada sumber inspirasinya…

——————————————————————————————–

Aku senang bermain di tanah berlumpur. Aku senang melangkahkan kakiku di timbunan lumpur, yang akan menyiprat ketika kuinjak dengan keras. Kotor bukanlah masalah. Bukankah kita perlu kotor untuk mengetahui apa itu bersih? Dan lagi, aku berpendapat bahwa kenapa harus takut untuk kotor kalau kotor itu akan memberikan kita banyak pengalaman?

Dengan senang hati, aku melangkahkan kakiku untuk pergi ke tempat-tempat yang berlumpur. Bermain dan belajar. Bersenang-senang namun tidak membuang-buang waktu. Kumeloncat untuk menginjak genangan lumpur yang cukup luas, berharap cipratannya akan mengenai bajuku.

Namun… Alangkah terkejutnya diriku, ketika mengetahui bahwa di balik genangan lumpur tersebut, bersembunyi sebuah lubang besar yang dalam. Aku terperosok ke dalamnya sampai ke pinggangku.

Pada awalnya aku senang. Aku sudah menjadi sangat kotor sekali. Akupun mendapat pembelajaran bahwa aku harus selalu waspada akan bahaya yang mengancam di balik sesuatu yang terlihat menyenangkan. Kuraih pinggiran dari lubang tersebut dan merusaha menarik badanku ke atas.

Kutarik. Kudorong. Kukerahkan seluruh tenagaku untuk mengangkat badanku keluar dari lubang tersebut. Namun aku tidak bergeming. Keringat dingin mulai mengalir dari dahiku melewati pipiku yang akhirnya jatuh ke genangan lumpur. Aku tidak bisa keluar dari lubang ini! Tidak hanya lubang ini mencegah diriku untuk keluar, aku mulai merasakan kalau lumpur ini menghisapku!

Beberapa jam berlalu. Aku sudah terhisap sampai di leherku. Perlahan tapi pasti, aku akan segera tenggelam dalam genangan lumpur penghisap ini. Aku memandang sekelilingku, berusaha mengingat semua yang ada untuk terakhir kalinya. Pancaran cahaya matahari sore mewarnai langit dengan warna jingga cerah yang indah. Aku menarik napas yang dalam dan membuangnya dengan perlahan. Kupejamkan mataku dan kurasakan lumpur terus menghisapku.

Inilah akhir dari diriku. Bermula dari permainan, pelajaran, dan pada akhirnya aku habis ditelan lumpur. Aku terhisap dan tenggelam secara perlahan…

, , , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: