Cinta dan Pernikahan, Sebuah Diskusi

Belum lama ini gw berdiskusi dengan seorang teman gw tentang cinta dan pernikahan.

wew

Puki: Awh~ So sweet…

Pada dasarnya, dalam hidupnya, manusia pasti mencari seseorang yang bisa dijadikan pasangan hidupnya. Secara evolusi, manusia melakukan itu untuk meneruskan keturunannya, agar tidak terjadi kepunahan ras manusia. Namun, manusia tidak sesederhana seperti itu!

Banyak sekali dilematika yang tercipta karena manusia adalah makhluk yang kompleks. Hubungan cinta seseorang akan berjalan dengan lancar bila kedua belah pihak saling mencintai. Namun apa yang terjadi bila salah satu pihak tidak membalas cinta yang diberikan?

Adapun sebuah produk budaya yang bernama pernikahan. Pernikahan, yang biasanya dilengkapi dengan upacara serta kegiatan-kegiatan lainnya, selalu ada di setiap budaya manusia. Tujuannya? Untuk menyatukan kedua manusia yang sudah setuju untuk membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih tinggi, yang hanya bisa dipisahkan oleh kematian. Namun, bagaimana kalau ada paksaan pada salah satu pihak, atau setidaknya salah satu pihak sebenarnya tidak terlalu ingin untuk melanjutkan hubungan tersebut?

Kedua hal tersebut itulah yang memunculkan pertanyaan pada perbincanganku dengan temanku. Walaupun ada juga alasan lain, seperti: “kemaren gw baru baca komik yang ada pertanyaan kayak gitu…”

wew

Puki: Ko… Komik?!?!

Pertanyaannya adalah:
1. Lebih baik mana? Dicintai atau mencintai?
2. Kamu pilih yang mana? Menikahi orang yang kau cintai atau mencintai orang yang kau nikahi?

Gw sendiri, sampe sekarang masih blom bisa menemukan jawaban yang tepat… Dari sudut pandang gw, masing-masing pilihan dari setiap pertanyaan mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Dan gw masih bingung dalam menjawabnya…

Ketika kita dicintai tanpa mencintai balik, rasanya sedikit aneh. Kita tidak membalas cinta yang diberikan kepada kita. Tapi sulit untuk kita untuk membalasnya karena memang tidak ada cinta sama sekali dari kita kepadanya! Ketika mencintai tetapi tidak dicintai balik, ini rasanya lebih menyakitkan! Rasanya seperti… Memberikan hadiah kepada seseorang namun kita tidak mendapat ucapan terima kasih!

Yang kedua sebenernya gw cenderung untuk memilih opsi yang pertama, menikahi orang yang kita cintai. Dengan menikahi orang yang kita cintai, setidaknya kita sudah mempunyai modal awal untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia. Namun, bisa mencintai orang yang kita nikahi, kita perlu mengadaptasikan diri kita dengan orang tersebut, belajar mencintainya, dan membangun keluarga yang bahagia. Dengan begitu, kita mencapai tahap keluarga bahagia lebih lama.

Tapi ini semua hanyalah pendapatku seorang. Manusia adalah makhluk yang beragam. Mungkin ini menurutku yang paling benar, tapi belum tentu untuk Anda.

Kalau begitu, bagaimana dengan Anda???

wew

Puki: Aku? Aku memilih yang tidak mengigit kepalaku…

, , ,

  1. #1 by infogue on July 25, 2008 - 11:36 am

    Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://18-thn.infogue.com/cinta_dan_pernikahan_sebuah_diskusi

  2. #2 by endragu on September 2, 2008 - 10:13 pm

    tulisan yang bagus…

    ngomong2 gw juga mo merit nih..

    salam kenal ^^

  3. #3 by agatha on December 27, 2008 - 12:03 pm

    artikelnya bagus, tapi menurut kamu lebih baik dicintai apa mencintai sich….

  4. #4 by Bebek Jamuran... on December 27, 2008 - 3:34 pm

    Gw blom mau merit kok, cuma sekedar diskusi aja…😀

    Lebih baik mana dicintai atau mencintai?

    Menurut gw dicintai DAN mencintai.

    Kalo untuk hal-hal seperti ini, ketika kita hanya melihat pilihannya secara dikotomis, pasti kita akan sangat bingung untuk memilih. Karena semuanya punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, mendingan kita buang paradigma dikotomis yang kita miliki dan mengintegrasikan semuanya menjadi sebuah kontium.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: