Renungan Malam

Aku duduk sendirian…
Di dalam kamar yang gelap…
Merenung…

Mencoba untuk menjawab…
Ada berapa banyak bintang di langit?
Namun aku tak bisa menjawabnya…

Mencoba memutar otak…
Kenapa bumi itu bundar?
Namun akalku tak sampai…

Mencoba untuk mengerti…
Kenapa saat ini aku merasa gundah?
Tapi aku tak bisa mengertinya…

Mencoba untuk menemukan pencerahan…
Apa yang bisa membuatku terbebas dari kegundahan?
Kali ini, aku menemukan jawabannya…

Kau-lah jawabannya…

, ,

  1. #1 by raissa on June 22, 2008 - 7:57 pm

    Kau-nya dengan “K” besar tau “k” kecil?

    hohohoho…

  2. #2 by Bebek Jamuran... on June 22, 2008 - 10:11 pm

    Hohoho… Renungkan saja sendiri…😛

  3. #3 by hanlea on March 17, 2009 - 12:41 pm

    maksudnya KAU “TUHAN” pa????

  4. #4 by Bebek Jamuran... on March 19, 2009 - 1:30 am

    @hanlea: renungkan saja sendiri… Hehehe…

    ‘Kau’ memang sengaja diletakkan di awal kalimat agar para pembaca merenungkan sendiri hasilnya. Tidak jelas apakah saya menggunakan kata ‘Kau’ atau ‘kau’
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: