I Hate That Feeling…

Pada suatu hari, hiduplah seorang mahasiswa yang tinggal di kos-kosan deket kampusnya…

Pagi itu, dia berjalan menuju kampusnya yang kurang lebih memakan waktu 5 menit. Di tengah-tengah perjalanannya, ia bertemu dengan seorang pengemis tua yang duduk sambil memegang gelas plastik yang disodorkan ke setiap orang yang lewat di depannya. Pengemis tersebut juga menyodorkan gelas plastiknya ke arah mahasiswa tersebut dengan muka yang memelas.

Si mahasiswa melihat muka si pengemis tua. Timbul perasaan yang tidak mengenakkan di dalam dirinya. Si mahasiswa mempercepat langkahnya dan pergi ke kampus seperti biasa. Walaupun di dalam hati ia terus bertanya,

“Adakah yang bisa kulakukan untuk membantu pengemis tua tersebut?”

“Akankah memberi sebagian dari uang makanku akan membuat pengemis tersebut tidak mengemis lagi?”

Beberapa hari kemudian, si mahasiswa sedang berjalan menuju kampusnya di siang hari yang sangat terik dan panas yang membuat kulitnya tambah hitam. Tiba-tiba melintas di sampingnya seorang wanita yang menaiki sepeda, berjualan minuman. Lagi-lagi muncul perasaan yang tak terdefinisikan tetapi yang jelas tidak mengenakkan. Seiring wanita itu berjalan menjauh, sang mahasiswa berpikir,

“Kasian sekali dia. Harus menggenjot sepedanya di siang hari yang terik ini untuk mendapatkan sesuap nasi.”

” Adakah yang bisa kubantu untuk meringankan pekerjaannya?”

Masih banyak lagi kejadian yang membuat mahasiswa itu merasakan ketidaknyamanan dalam hatinya dan merasa tidak berdaya untuk membantu mereka. Terpuruk dalam perasaan ketidaknyamanan tersebut, mahasiswa tersebut berusaha menghilangkan perasaan-perasaan itu dari pikirannya dengan meneriakkan satu kata dalam hati…

NG*NT*T!!!

Ia berkata dalam hatinya…

Empathy… I hate that F*CK*ING feeling…

, ,

  1. #1 by Hoek Soegirang on April 9, 2008 - 7:13 pm

    hohoho…
    emang rasanya ndak enak, malah kalo lama kelamaan jadi eneg……
    afalage kita juga ndak isa ngafa2in yak? saia malah mikir kalo ngliadh orang-orang tua melas kek geto, kali aja ntar saia jadi geto, rasanya gemana lho? huahhhh…..

  2. #2 by Dream Maker on April 13, 2008 - 9:48 pm

    Huwaa… Berterima kasihlah anda yang punya perasaan itu…

    Saya malah gak punya… Well, ada sih… Tapi dikit :p

    Jagalah perasaan itu sebaik-baiknya =)) daripada jadi makhluk gak berperasaan [kayak sayah]

  3. #3 by amiL on April 18, 2008 - 9:19 pm

    Ya ampun dipta..
    Ternyata bebek bisa empati juga ya..

    kalo empati di xxx.. para korban masokis gitu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: