(Ternyata) Aku Benci Curhat…


Gw baru menyadari kalo ternyata gw benci curhat. Baik mencurhatkan atau dicurhatin.

Kenapa?

Pertama, bisa dilihat dari beberapa post yang lalu, di mana curhatan serius dibalas dengan aneh…

Kedua, kalopun kadang2 ada balasan yang ‘cukup’ serius, itu bertentangan dengan kode etik perjalanan hidup gw…

Ketiga, kalo curhatnya sama beberapa orang, kadang2 dapet pendapat yang beda2 pada akhirnya jadi bingung mau ngikutin saran dari yang mana…

Keempat, gosip menyebar dengan kecepatan cahaya…

Kelima, tiba2 gw harus ikutan pusing mikirin masalah orang lain…

Keenam, gak semua curhatan yang gw denger itu bener…

Ketujuh, udah ada 6 alesan buat gw untuk benci curhat, jadi diganjilin aja jadi 7…

Walopun benci, tp sepertinya curhat emang salah satu kegiatan yang paling manjur untuk katarsis…

Akankah kebencian ini akan selalu diiringi oleh kerinduan?

, , ,

  1. #1 by nona di sudut sana on March 4, 2008 - 11:59 pm

    ah tuan, ingatkah kau dengan plesetan genderang ui yang menyatakan bahwa psikologi identik dengan laptop hotspot dan curhat..

  2. #2 by Andrew Anandhika Wijaya on March 6, 2008 - 1:53 am

    ah bener juga ya… namanya juga kuliah di psikologi…. kenapa nggak dijadikan ajang trainee aja…???

  3. #3 by CallMeKimi on March 16, 2008 - 10:29 pm

    Curhatlah sebelum curhat itu dilarang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: