Lagi-lagi Renungan dari Sebuah Lagu…

Setelah waktu itu saya berpikir dengan keras sehingga kecapekan oleh sebuah lirik lagu, kali ini, lagi-lagi, saya dibuat berpikir karena mendengarkan sebuah lagu…

Lagu kali ini berjudul The River yang dibawakan oleh Good Charlotte dalam albumnya yang terbaru yaitu Good Morning Revival, yang waktu itu sempet konser di Jakarta itu lho… Lagu ini saya dengarkan sewaktu magabut di kantor… Contoh karyawan yang luar biasa magabut, gak cuma menyalahgunakan fasilitas kantor, tapi kerja sambil dengerin lagu juga!

Jadi begini cerita liriknya… Entah kenapa, lirik yang membuat saya kepincut lagi-lagi berada di bagian akhir reff-nya, yang berbunyi…

I confess I’m a sinner,
I’ve done a lot of things wrong, but I swear I’m a believer

Kalo megintip ke kamus Inggris~Indonesia, hasilnya akan menjadi seperti ini:

Aku mengakui aku (adalah) seorang pendosa,
Aku telah melakukan banyak hal yang salah, tapi aku bersumpah aku adalah seorang pemeluk (agama)

Aku mengakui aku adalah seorang pendosa. Siapa sih di dunia ini yang tidak mempuyai dosa? Semua manusia pasti berdosa. Mungkin kecuali beberapa manusia pilihan yang diutus oleh Tuhan saja yang tidak mempunyai dosa atau Tuhan dengan cuma-cuma menghapuskan dosa mereka.

Walaupun begitu, saya masih seorang pemeluk agama! Walaupun terkadang saya banyak melakukan hal-hal yang melanggar hukum Tuhan, tetapi saya masih berusaha untuk memeluk agama.

Murtad? Munafik? Kafir? Anda boleh sebut saya apa saja yang Anda sukai. Tetapi, jauh di dalam lubuk hati saya, saya masih seorang pemeluk agama dan Anda tidak bisa mengetahuinya, apalagi berusaha mengubahnya. Tetapi mereka-mereka yang berani menuduh seseorang adalah murtad/munafik/kafir/ apalah sebutan lainnya, selalu merasa yang paling benar… Tidakkah mereka menyadari bahwa melakukan penuduhan tanpa bukti yang jelas adalah perbuatan yang salah?

Jadi, buat apa kita selalu memberi cap-cap yang seakan-akan merendahkan derajat? Dia itu kafir lah, dia munafik lah, ajaran mereka sesat lah, atau apalah lainnya. Kalau kita kembali lagi ke dalam hati kita masing-masing, kita ini sama-sama pemeluk agama! Agama yang kita peluk mungkin aja bisa berbeda, tetapi intinya kan sama. Dalam dua agama yang berbeda aja bisa ada tokoh yang sama dengan cerita yang sama kok… Tidakkah itu menunjukkan bahwa sebenarnya ada beberapa agama yang mempunyai sumber yang sama?

Dan lagi, buat apa kita terlalu memperhatikan detail-detail dari perbedaan antara agama yan ini dan agama yang itu? Sepanjang-panjangnya filsafat agama dari berbagai macam filsuf, semua akan berakhir dengan titik juga, bukan?

Hah~ Lagi-lagi ngomongin agama… Hal yang paling seru dijadikan bahan diskusi tetapi sangat mudah menyulut api benci… Sebagai penutup, saya ucapkan permohonan maaf saya bila terdapat kata-kata yang menyinggung atau tidak enak dibaca… Ini bukan formalitas, gw gak berani main2 kalo udah ngomongin agama, ntar gw dibakar massa gara-gara dituduh sesat lagi…

Atas perhatian dan kerelaan untuk membaca sampai akhir, saya ucapkan terima kasih.

, , , , , ,

  1. #1 by Lee's Journey, On the Way to a Smile on July 17, 2007 - 3:01 am

    *tefuk tangan*

    heybat, akhi! heybat!

    baidewei… definisi pendosa masih kurang jelas, akhi. jelasin dongπŸ˜›

  2. #2 by Bebek Jamuran... on July 17, 2007 - 6:40 pm

    Definisi pendosa?

    Kalo menurut saya pribadi, kasarnya, orang yang sering mengabaikan perintah-perintah/aturan-aturan yang ada di dalam agama… Contohnya bisa di liat di sini.

  3. #3 by Lee Shan-in on July 17, 2007 - 8:48 pm

    Kalau yang sering menjalankan perintah dan juga sering mengabaikan larangan, pendosa juga?πŸ˜•

  4. #4 by Dreamer on July 17, 2007 - 10:13 pm

    pendosa : sebutan untuk semua manusia di muka bumi

    bener gak?πŸ˜†

    [bikin definisi seenaknya sendiri]

  5. #5 by Bebek Jamuran... on July 17, 2007 - 10:15 pm

    Kalo dalam pengertian saya, selama dia masih mengabaikan larangan/melanggar yang dilarang, dia masih termasuk pendosa.

    Oleh karena itu, hanya sedikit, atau bahkan tidak ada, manusia yang bukan pendosa. Kecuali para manusia terpilih…

    Kecuali ada pengertian lain…πŸ˜€

  6. #6 by Dreamer on July 17, 2007 - 10:21 pm

    ooh…

    pendosa : semua umat manusia yang ketahun berbuat dosa [sebenernya apa bedanya…?]

    ok, ganti definisi

    pendosa : dosa diberi prefiks ‘pen-‘?

    pokoknya, pendosa itu kan orang yang berbuat dosa kan? harusnya yang ditanyakan definisi-nya itu ‘dosa’ dong, bukan ‘pendosa’ =)) [dibakar gara2 banyak bacot]

  7. #7 by Bebek Jamuran... on July 19, 2007 - 1:42 pm

    Kalo gitu… Definisi dosa buat gw adalah orang yang melakukan larangan dan tidak melakukan perintah Tuhan. Secara tidak langsung ketika dia melakukan apa yang dilarang dia akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

  8. #8 by duniadalamadinda on November 23, 2008 - 7:33 am

    ‘pendosa’
    awalannya pe- bkn pen-
    jadi pen- gara2 dia ktmu ‘d’
    haha..
    malah bahas bahasa indonesia :p

  9. #9 by Bebek Jamuran... on December 8, 2008 - 2:03 pm

    Gpp kok… Terima kasih atas koreksinya…πŸ™‚

  10. #10 by militangarisdepan on February 26, 2011 - 1:42 am

    waduh..
    Makanya dong belajarlah Agama terlebih dahulu baru pahami dan anda praktekan…
    Bukan praktek baru belajar Agama, jdinya ky ente Bahlul !

  11. #11 by dik rizky on February 1, 2013 - 9:31 pm

    ia sip !
    2 jempol d udara wat loe sob…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: