Sebuah Pertanyaan Aneh yang Muncul di Saat yang Aneh juga…

Judul yang aneh? Karena ini memang aneh… Setidaknya aneh menurut saya… Jika Anda merasa ini tidak aneh, harap merasa ini aneh karena ini adalah tulisan saya yang saya anggap aneh. Namun mungkin aneh bagi saya untuk memaksakan keanehan ini karena Anda punya hak asasi untuk menilai ini aneh atau tidak aneh. Ah~ Aneh-aneh aja…

*Ditimpukin pake tulang bebek, trus ada yg teriak, “Woi!!! Mulai!!! Jangan “aneh2” melulu!!!”*
Ouch…

OK… Kita mulai…

Pertama-tama saya ingin mengingatkan sesuatu kepada para pembaca. Tulisan yang akan Anda baca akan mengandung beberapa hal yang *mungkin* akan menyinggung perasaan/membuat Anda tiba-tiba merasa nyaman/adik Anda bangun/apalah hal lainnya. Disarankan untuk pembaca yang berusia di bawah 18 tahun atau sudah berusia 18 tahun ke atas namun merasa belum dewasa untuk membaca sambil menutupi mata Anda.

*Orang sotoy lewat, “HA?!?! Pasti mau ngomongin yang nggak-nggak deh…”*

Kurang lebih seperti itu…

Sinis...

Pada kesempatan kali ini, saya ingin menyinggung satu hal yang sering sekali dianggap tabu oleh masyarakat kita. Apa itu? Seks… Ha? Kok gak bisa diketik sih? Coba lagi… Seks… Wew? Bisa gitu… Mungkin Mahasiswa Berjamur ini terlalu suci untuk mengatakan hal tabu tersebut…

Santai...

*Ditimpukin bungkusan-yang-berisi-benda-bulat-terbuat-dari-karet, trus ada yg triak, “SOK SUCI LO!!!”*

Ouch…

OK deh… Seks… Puas???

Kenapa seks itu aneh? Kan sebagai manusia, yang merupakan makhluk hidup, seks adalah salah satu hal yang pasti ada. Kan ciri-ciri makhluk hidup adalah bereproduksi untuk meneruskan keturunannya. Seks adalah cara bereproduksi manusia untuk melanjutkan keturunannya. Jadi silogismenya, normal aja manusia melakukan seks…

Seks memang normal… Tapi… Perlu digaris bawahi bahwa untuk meneruskan/melanjutkan/apalah bahasa lainnya keturunannya. Sedangkan yang ingin saya angkat pada ceramah sotoy ini adalah seks yang lain. Seks yang hanya merupakan pelampiasan nafsu/libido/gairah/apalah istilah lainnya belaka.

Kesambet setan apa gw sampe ngomongin hal kyk gini ya??? Tadi siang, saya menonton televisi sambil duduk di kantin kantor dan memakan makan siang gratisan dari kantor. Saya menonton sebuah berita kriminal yang menceritakan ada seorang kakek-kakek berumur 60 tahun-an yang tega menodai seorang gadis berumur 9 tahun. Padahal ketika diperiksa, sang kakek sudah mempunyai 4 istri…

Bayangkan! Seorang kakek-kakek umur 60 tahun yang mempunyai 4 orang istri masih tega untuk melakukan hal yang tidak-tidak kepada seorang gadis kecil berumur 9 tahun yang masih murni! Otak tuh kakek ada di mana??? Selangkangan???

Saya setuju memang seks merupakan salah satu kebutuhan biologis yang mendasar dari manusia. Seorang ahli psikologi, Abraham Maslow, menyatakan bahwa seks berada tingkat terbawah pada piramida kebutuhan manusia, sejajar dengan kebutuhan untuk makan, bernafas, bergerak, dan apalah kebutuhan dasar makhluk hidup lainnya.

Piramida kebutuhan Maslow terdiri dari 5 tingkat. Daripada repot jelasin, mendingan liat sendiri. Ini gambarnya yang diambil dari Wikipedia. Ati2 gambarnya gede… Siap2 lemot utk pengguna internet yg lelet…

Maslow juga menyatakan, selama manusia belum memenuhi tingkat piramida yang paling bawah, manusia tidak akan memperhatikan kebutuhan di tingkat piramida yang di berada di atasnya. Berarti selama manusia belum memenuhi kebutuhan standarnya sebagai makhluk hidup, manusia tidak akan melakukan kegiatan untuk memenuhi kebutuhannya sebagai “manusia”.

Apa bedanya kebutuhan sebagai makhluk hidup sama kebutuhan sebagai manusia? Kan manusia itu makhluk hidup juga??? Beda lho…

Kebutuhan sebagai makluk hidup itu semua makhluk hidup butuh, contohnya adalah makan, minum, bergerak, reproduksi, apalah kegiatan makhluk hidup lainnya. Itu anjing gila di pinggir jalan juga butuh… Sedangkan kebutuhan sebagai manusia itu hanya dimiliki oleh manusia, contohnya adalah rasa nyaman, aman, kekeluargaan, persahabatan, cinta, dsb.

Pada dasarnya, manusia tidak akan memperhatikan hal-hal seperti rasa aman, nyaman, kekeluargaan, persahabatan, cinta, apalah lainnya, selama perutnya masih bernyanyi keroncong…

Apa yang ingin saya tekankan di sini? Saya mengambil contoh dari kasus si kakek tadi. Dia tega mencabuli gadis 9 tahun. Apa alasannya? Satu kata, yang paling saya benci ketika mendengarnya sebagai alasan, KHILAF!!! Dengan mudahnya ia melakukan hal bejat kepada seorang gadis kecil dengan alasan khilaf… Padahal di rumah ada 4 orang istrinya menunggu kehadirannya… Kenapa si kakek gak pulang aja ke rumahnya, tidur dipelukan ke-4 istrinya, trus langsung aja melumat martabak manis yang udah keriput punya ke-4 istrinya sampe si kakek mati lemas gara-gara udah gak kuat lagi padahal istrinya masih nagih

Kasus di atas menurut saya menggambarkan keadaan masyarakat Indonesia yang mayoritas masih belum terpenuhi kebutuhan biologisnya sehingga dengan merasa tidak-bersalahnya melakukan hal-hal untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kalau terus seperti ini, kapan negara ini mau maju???

Ada lagi seorang psikoanalis, yang dikasi nama Sigmund Freud sama orang tuanya, yang mempunyai teori tentang ID, Ego, dan Superego. Apa itu? Singkatnya ID adalah dorongan yang mendasar dari manusia sebagai makhluk hidup. Freud juga menyatakan bahwa ID didominasi oleh pleasure principal. Superego adalah sebuah kontrol dalam diri manusia. Superego kurang lebih berisi peraturan-peraturan yang menjaga agar kehidupan kita berjalan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Sedangkan Ego adalah penengah antara ID dan Superego yang selalu bertentangan.

Berikut adalah ilustrasi kecil agar mempermudah pemahaman…

Saya sedang berada di dalam kelas. Tiba-tiba saja perut saya bernyanyi minta diisi. Saya melihat jam sudah menunjukkan pukul 11.50 WIB. Kuliah saya akan berakhir pada pukul 12.10 WIB. Masih ada 20 menit lagi sampai kelas dibubarkan… Tiba-tiba saja ada suara yang menggema di kepala saya… (Hah?? Gw Schizophrenia-kah???) Suara-suara tersebut berasal dari ketiga imaginary friends saya si ID, Superego, dan Ego.

ID : Eh… Lo kan bawa makanan di tas… Ambil aja… Makan diem2… Gw laper nih…
Superego: WOI! Jangaan!!! Kita masih di dalem kelas! Kan kata si dosen gak boleh makan di dalem kelas!
ID : Alaaah~ Brisik lo!!! Gw kan laper! Gw punya hak untuk makan!!!
Superego: Tapi kita kan juga punya kewajiban untuk menaati peraturan di kelas…
Ego : Udah-udah… Jangan berantem… Kan tinggal 20 menit… ID, kamu sabar ya… 20 menit lagi… Superego, kamu juga tenang aja, kita gak ngelanggar peraturan kok…

Debat antara ID dan Superego akhirnya berakhir. Waktu 20 menit berlalu begitu saja… Saya keluar kelas dan makan…

Berdasarkan ilusrasi yang unik di atas. Ego berperan sebagai penengah antara nafsu kita dengan kecenderungan kita untuk menaati peraturan. Mungkin kurang lebih seperti itu… Pas lagi kuliah ini saya setengah tidur… Kalo salah atau kurang tepat, mohon dimaafkan karena Mahasiswa Berjamur ini emang sotoy…

Mengambil contoh dari kasus si kakek di atas… Saya melihat bahwa mayoritas masyarakat kita tidak begitu mengindahkan Superego dan Ego. Mereka hanya mendengarkan ID dan terdorong untuk mencari kepuasan. Lagi-lagi pertanyaan yang sama, kapan negara ini mau maju kalo orang-orangnya kayak begitu semua???

Beberapa pertanyaan pun mencuat di kepala saya ketika saya sedang berada di kamar mandi kantor, melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di kamar mandi. Pertanyaan aneh memang sering keluar di saat yang aneh dan sedang melakukan hal yang aneh juga…

Kenapa orang-orang seneng banget sama yang begitu-begitu sih??? Masa cuma benda yang mirip jamur dimasukkan ke dalam sebuah lubang bisa membuat orang lupa diri??? Senikmat itukah hubungan seks sampai-sampai orang bisa lupa daratan???

*Dalam hati: “Emang enak kok… Tadi sebelom ngetik ini bukannya baru aja mencekik burung sampe muntah kan???”*

Sepi...

*Ditimpukin dengan tisue yang basah dan sedikit lengket sama orang yang lagi baca, trus ada yang teriak, “MUNAFIK!!!”*

Ouch…

Tapi jujur… Melakukan hubungan seks, walaupun swalayan, memang nikmat. Tetapi kita juga perlu mengontrol nafsu kita sendiri. Bernafsu melakukan hubungan seks itu wajar. Tapi ingat nilai dan norma. Tapi cari yang legal aja… Jangan sembarangan… Masa nahan sampe rumah, di mana ada 4 orang istri menunggu untuk dinikmati, aja gak bisa jadi akhirnya melumat gadis kecil 9 tahun???

Apa kata dunia kalo otak manusia pindah ke selangkangan???

*Whew…*

Capek juga ngetik ceramah sotoy… Sekian dulu deh… Seperti biasa, paragraf terakhir dari ceramah sotoy adalah formalitas… Bukan… Panggilan kata hati, untuk mengucapkan maaf karena mungkin ada beberapa pembaca yang merasa tersinggung/tidak nyaman/apalah lainnya, dengan kata-kata yang saya lontarkan.

Atas perhatian dan kerelaannya untuk membaca sampai habis, saya ucapkan terima kasih…

, ,

  1. #1 by anggi on February 3, 2015 - 1:48 pm

    Baguuus tulisanx, lucu tp jg penuh dgn pengetahuan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: