Sebuah Cerita Lama, yang Anehnya, Terulang Kembali… Ato Singkatnya Déjà Vu…

As the time goes by…, I started to think about her more and more…

But…, there’s a time when I recalled my memory…, that’s when I remembered the first time we met….

Can you forget the first time you saw your loved one? I don’t think anyone could forget that special event of their personal life.

Dim light spread through my room, I sat in my bed and remembered my first meeting with her.

Every time I met her was always like a faithful encounter. She was always there everywhere I went.

For some reason we spent our time together. We chatted, went to canteen, did our assignment together, and many things we did together…

Great. That is the adjective I use to explain how I felt when we are together. But, I feel uneasy when I think that we “almost” spent our time together…

How come? I am afraid that this isn’t love…, it’s only a feeling towards a person who is always withs us, or you may say a feeling to a “friend”.

I’ve been thinking about this feeling…, I want to meet her to make sure of my feeling. But, since we’re on holiday our chances to meet become very low. There was a time when I meet her but that meeting doesn’t answer my uneasy feeling.

Just wait…, I only can wait…, maybe time will reveal this uneasy feeling…

…..

…….

GRAH!!!! tempertempertemper

Sumpah deh… Gombal banget gw… Entah lagi kerasukan setan cinta macem mana waktu gw nulis itu… Curhatan itu emang sebenernya udah cukup lama… Waktu itu masih berkutat di blog dari Friendster, yang gak bertahan lama karena sepertinya belum ada pangggilan untuk menulis. Mana sotoy banget lagi… Sok-sok pake bahasa Inggris…

Sebenernya itu asli langsung copy-paste dari blognya, tapi kalo masih penasaran pengen liat versi aslinya bisa di-klik di sini.

Tapi… Ada untungnya juga sih tiba-tiba iseng ngeliat blog lama… Pas baca postingan saya sendiri bagian yang ini, tiba-tiba saya merasa ada hal yang janggal… Saya berkata pada diri saya sendiri, layaknya orang autis, “Lagi-lagi…”

Lagi? Ya… Lagi… Kejadian ini terjadi lagi… Tanggal yang tertera di blog adalah 31 Januari 2007. Itu kira-kira waktu liburan semester 1. Ya… Waktu itu memang ada seorang wanita yang sepertinya singgah di hati saya.

Ah~ Good old memories… Kenangan lama memang sangat indah untuk dikenang…

*WARNING: Siap-siap menghadapi sebuah curhatan yang panjang dan gak karu-karuan*

Waktu itu saya memang tergila-gila dengan seseorang. Saya pertama kali kenal dia pada saat pertama kali masuk kuliah… Di kampus saya ada semacam masa bimbingan yang disebut dengan nama Prosesi. Nah, di dalam Prosesi tersebut, kita para mahasiswa baru (MaBa) diberikan berjubel tugas dan disuguhkan berbagai macam acara yang wajib dikerjakan dan diikuti. Merepotkan? Memang…

Nah… Dalam mengerjakan tugas dan mengikuti acara, kami, para MaBa, dibagi-bagi dalam beberapa kelompok yang disusun sesuai dengan abjad nama. Seperti yang kita sudah tahu, nama saya berawalan M, dan oleh karena itu saya ditempatkan di sebuah kelompok dengan orang-orang yang mempunyai nama yang huruf pertamanya adalah M.

Apa yang terjadi? Isinya cewek semua… Ya… Fakultas saya memang terkenal Perempuan Semua Isinya. Dan juga mengingat banyak nama-nama wanita yang berawalan M. Namun saya tidak menyangka bakalan berakhir menjadi seorang Penyamun di Sarang Perawan.

Ceritanya mulai di sini… Seperti yang telah disebutkan di atas, para MaBa diberikan tugas-tugas dan tugas tersebut dikerjakan dalam kelompok. Mau tidak mau, saya dan kelompok saya harus sering-sering berembug untuk mengerjakan tugas tersebut. Dimulai dengan perkenalan basa-basi, percakapan-percakapan ringan, sampai akhirnya terjadi tragedi saya…

Tragedi? Kenapa disebut tragedi? Itu hanyalah penggolongan saya secara pribadi… Karena saya menganggap remuknya hati seseorang adalah sebuah tragedi…

Entah kenapa, saya tertarik dengan salah seorang teman sekelompok saya. Sebut saja namanya, Bunga. Tertarik? Ya… Entah mengapa… Mungkin karena sifatnya… Mungkin karena bentuk fisiknya… Atau apalah kemungkinan lain yang membuat orang tertarik.

Saya sedikit melakukan pendekatan. Pendekatan standar… Ngajak ngobrol… SMS-an pura-pura nanyain tugasnya… Nelpon nanyain sesuatu yang gak jelas… Apalah usaha pendekatan standar lainnya… Berhubung kami sekelompok, tingkat pertemuan saya dengannya cukup tinggi. Apalagi ketika masuk kuliah, kami, secara ajaib, selalu ditempatkan di kelas yang sama. Muncullah jentik-jentik perasaan di hati saya…

Sayang… Akhirnya saya mengetahui bahwa ia sudah mempunyai seorang kekasih…

Tetap saja saya terus melakukan pendekatan dengan pemikiran a la sinetron, “Siapa tau ntar dia berpaling ke saya…” Tetapi lama-kelamaan saya mulai berpikir… Apakah perasaan saya ini benar-benar tulus? Apakah ini hanya perasaan cinta buta semata? Apakah ini benar-benar perasaan cinta terhadap pasangan atau hanya perasaan cinta terhadap teman?

Akhirnya saya mengambil sebuah keputusan… Saya melangkah mundur… Saya ingin memastikan perasaan yang bergejolak di dada ini…

*Orang lewat, trus bilang, “gitu doang??? CUPU lo!!!” Sambil melempar seikat jamur merang…*

Ouch…

Ya… Memang begitu ceritanya…

*Orang yang tadi lewat balik lagi, bilang, “trus apa hubungannya ama déjà vu????*

Itu dia… Sekarang kita masuk ke situ…

Kenapa déjà vu? Ada apa dengan déjà vu?

Pertama-tama kita jelakan dulu artinya… Déjà vu adalah… Hmm… Intinya adalah sebuah perasaan pernah mengalami/melakukan/apalah kegiatan lainnya. Kita merasa sudah pernah melakukannya dan seakan-akan kejadian tersebut terulang kembali. Karena pemahaman bahasa Inggris yang kurang, saya hanya mendapatkan seperti itu. Kalo mau lengkap, Klik Aku!!!

Contoh gampangnya biasanya terjadi di mimpi. Misalnya Anda bermimpi sedang duduk-duduk mengobrol dengan teman Anda. Lalu Anda bangun dari tidur Anda dan mengingat mimpi tersebut. Namun, secara tiba-tiba mimpi tersebut terulang di kehidupan nyata Anda. Waktunya tidak bisa ditentukan dengan jelas. Bisa saja besoknya, minggu depan, atau bahkan bertahun-tahun kemudian.

Apakah Anda bisa menebak hubungan antara cerita saya dengan déjà vu?

Ya… Kejadian tersebut, secara ajaib, terulang kembali… Kejadian yang terjadi kurang lebih 5 bulan yang lalu itu terjadi lagi. Kali ini dengan orang yang berbeda… Namun kurang lebih prosesnya mirip… Kami sering menghabiskan waktu bersama… Dan, lagi-lagi, jentik-jentik perasaan sudah muncul di kubangan hati saya…

Sayangnya, pemikiran gw tuh terlalu sotoy…. Lagi-lagi pertanyaan yang sama muncul… Apakah ini benar-benar cinta? Atau hanya sekedar perasaan numpang lewat? Dan begonya… Saya melakukan tindakan yang sama… Merenung dan akhirnya melangkah mundur… Dan pada akhirnya kehilangan kesempatan emas…

Bodoh? Memang…

Sampai sekarang saya masih terus terheran-heran dengan pemikiran saya yang sotoy ini… Apakah memang benar-benar saya tidak mempunyai sebuah perasaan cinta yang tulus? Apakah yang ada di dalam diri ini hanyalah nafsu belaka? Atau apakah memang diri ini masih belum siap untuk terikat dalam suatu hubungan yang serius?

Ah~ Muncul lagi pertanyaan-pertanyaan yang sangat sulit dijawab… Sekali-kali perlu juga menyegel otak saya sehingga tidak mengeluarkan pemikiran yang aneh-aneh… Tunggu… Otak disegel? Berarti seluruh kegiatan tubuh berhenti karena otak merupakan sistem pengontrol kegiatan seluruh tubuh?

Sepi...

Biarkan sajalah… Seperti kata baris terakhir dalam curhatan gombal saya…

Just wait…, I only can wait…, maybe time will reveal this uneasy feeling…

Hanya waktu yang akan menjawabnya…

Ah~ Jam-kuning-berbentuk-segi-delapan-gratisan-dari-salah-satu-bank-swasta-yang-tergeletak-manis-di-sebelah-monitor saya sudah menunjukkan pukul 01.00 WIB… Pantas mata ini sudah terasa berat dan kepala ini rasanya sudah berputar-putar… Sekian dulu untuk kali ini… Bagi yang sudah membaca curhatan gombal ini sampe abis, saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya…

PS. Ada yg nyadar gak kalo di curhatan gombal yang pake bahasa Inggris itu huruf pertama setiap paragraf itu urut dari A sampe J?

  1. #1 by Bear D. Feben on July 3, 2007 - 6:30 pm

    dip….
    siapa sih yang nomor dua?
    dia juga kelas B
    tapi juga kelas A?

    siapa dip….????

  1. Pikiran yang Nggak-nggak « Celoteh Bebek Jamuran…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: