Sebenarnya apakah alasanku untuk meminta maaf?
Apakah karena kelakuanku yang merugikan orang lain?
Bah! Aku hidup untuk kesenanganku sendiri! Peduli setan dengan orang lain!
Apakah karena aku merasa bersalah karena kelakuanku?
Bleh~ Kenapa juga aku harus merasa bersalah ketika semua kelakuanku membawa kesenangan bagi diriku!
Apakah karena kita bisa menyucikan diri dengan meminta maaf?
Benarkah? Sepertinya menjadi suci tidak membuatku merasa senang…
Apakah karena sekarang adalah momen yang pas untuk meminta maaf?
Cuih! Formalitas! Persetan dengan formalitas!
Jadi, sebenarnya apa alasanku meminta maaf?
Aku meminta maaf karena ingin mengetes manusia di sekitarku! Kenapa? Karena Tuhan yang menciptakanku saja mau memaafkan ketika hamba-Nya membuat kesalahan dan bertobat. Jadi, apakah manusia ciptaan-Nya bisa berbuat yang sama? Atau bahkan dengan congkaknya tidak mau memaafkan karena merasa superior dari manusia lain?


Komentar dari Pengamat Bebek...