Bukan untuk menyalahkan siapa-siapa, tapi…
Adik saya terancam tidak pulang dr sekolahnya karena di daerahnya banjir setinggi leher orang dewasa dengan arus yang kencang. Tidak ada makanan dan listrik dimatikan krn takut korslet. Mirip seperti film-film tentang disaster. Sudah mencoba utk menghubungi walilota utk minta bantuan tapi krn arus airnya terlalu kencang, agak mustahil utk didatangkan bantuan bantuan dengan alat transportasi apapun, kecuali helikopter mungkin.
Bapak saya terancam menginap di kantor karena jalanan lumpuh total tidak bergerak. Dari ujung ke ujung dia melihat hanya lampu merah dr mobil yang berhenti.
Teman saya sampai saat ini ada yang sudah satu jam di dalam mobil di titik yang sama. Teman saya yang lain ada yang sudah 6 jam berada di mobil, dilihat dr status update-nya di jejaring sosial.
Bukan maksud menyalahkan siapa-siapa, tapi mau jadi apa Jakarta, sang ibukota negara Indonesia, kalau setiap hujan langsung lumpuh seperti ini? Masa iya setiap musim hujan kita harus bersiap untuk kelumpuhan seperti ini? Masa iya kita harus mengalami kerugian yang cukup besar karena macetnya jalanan di Jalarta karena hujan dan harus menanggung kerugian karena banjir di mana-mana?
Hei penduduk Jakarta, terutama orang-orang yang berwenang, apa yang akan kalian lakukan? Akankah Jakarta akan dikenal sebagai kota-yang-pasti-lumpuh-dan-banjir-pada-saat-musim-hujan?

