Tenang, gak ada gambar yang aneh-aneh kok…
Potongan ini diambil dari sebuah komik hentai yang ceritanya sampah, stereotipe hentai yang mementingkan adegan panas dan membuat cerita alakadarnya. Tapi…
Tenang, gak ada gambar yang aneh-aneh kok…
Potongan ini diambil dari sebuah komik hentai yang ceritanya sampah, stereotipe hentai yang mementingkan adegan panas dan membuat cerita alakadarnya. Tapi…
Cerita ini kudedikasikan pada diriku sendiri, yang terus berjuang pada perang yang tidak pernah akan kumenangkan namun dengan bodohnya terus keperjuangkan. Juga pada orang yang membuatku memperjuangkan sesuatu yang tidak bisa, atau untuk memperhalus bisa disebut belum saatnya walaupun ’saat yang tepat’ itu entah kapan, kuraih dan kudapatkan dengan kedua tanganku.
Cerita ini, walaupun tadinya aku berencana untuk membuat sebuah cerita pendek (cerpen), cukup panjang (terakhir dicek lebih dari 3000 kata dan kalo di MS Word bisa sampe 7 halaman dengan satu spasi). Jadi, segera cari posisi yang enak untuk membacanya. Siapkan cemilan dan minuman ringan untuk menemani jika merasa perlu. Atau bagi para pembaca yang mengunakan komputer umum/ada di warnet/minjem komputer temen, bisa di-save dulu untuk dibaca nanti agar billing-nya gak mahal atau supaya gak diganggu ama orang yang mau make komputernya setelah Anda.
Oh iya, ada beberapa adegan yang mungkin tidak sesuai dengan orang-orang yang tidak kuat menghadapi hal-hal yang sadis dan menyeramkan. Walaupun tingkat kesadisan yang ada di cerita in menurut gw masih kurang sadis kalo dibandingin sama film-film pembunuhan.
Ok? Siap? Mulai!
Komentar dari Pengamat Bebek...