What Does Jesus and Frankenstein Have In Common?

7 11 2009

LOL

Source.

wew

Puki: Boo~





Pasrah

6 11 2009

Ketika aku sedang berdiri, aku melihat orang-orang di sekitarku berjalan. Lama kelamaan mereka semakin menjauh. Ada yang masih berjalan dengan cepat, ada yang mulai berlari menjauhiku. Aku tetap berdiri dengan tegak, memandangi punggung-punggung mereka yang mulai menghilang…

Aku menjulurkan tanganku, meminta siapapun yang melihatnya untuk menarikku. Jangankan menggapai tanganku, melirikpun mereka enggan. Mungkin mereka menganggap diriku hanya akan membebani mereka yang terus bergerak.

Aku berusaha untuk teriak, mencoba untuk menarik perhatian mereka. Tetap saja tidak ada yang menggubris. Yang aku dapatkan hanyalah lirikan sinis dan merendahkan yang membuatku semakin tidak bisa bergerak.

Apa yang bisa kulakukan sekarang? Kakiku bagaikan dipaku ke dalam tanah! Aku tidak bisa bergerak! Bergerakpun tidak akan ada gunanya! Aku tidak tahu mau bergerak ke mana!

Tak terasa air mataku berlinang. Tetes demi tetes mengalir, meninggalkan jejak dingin di pipiku. Mengusapnya pun aku terasa enggan. Mungkinkah akan ada yang memperhatikanku ketika aku mulai menangis? Atau butuh sebuah kejadian yang lebih besar daripada itu?

Sempat terlintas di benakku untuk menggigit lidahku sendiri. Dengan begitu darah akan bercucuran dari mulutku dan setidaknya ada satu orang yang akan menghampiriku. Satu saja! CUKUP SATU!

Tapi aku terlalu takut untuk melakukan itu. Aku hanyalah orang yang tenggelam dalam bayang-bayang orang di sekitarku. Tidak mampu berbuat apa-apa…

Sekali lagi aku menatap bayang-bayang dari orang-orang di sekitarku yang sekarang terlihat bagaikan titik kecil di kejauhan. Mereka terus bergerak dengan penuh semangat. Bayang-bayang mereka semakin lama semakin besar dan mulai menutupi diriku dengan sepenuhnya.

Pada akhirnya, aku hanya bisa berdiam diri. Menanti uluran tangan yang dengan lembut memaksaku untuk bergerak. Atau sebuah tepukan di punggung yang membuatku kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh. Terjatuh menjadi pilihan yang cukup baik, itu bisa mendorongku untuk berdiri lagi.

Tapi untuk sementara waktu, karena masih belum ada yang menggubrisku, aku akan mencoba untuk menikmati dinginnya angin yang berhembus. Memandang apa yang masih bisa dilihat sambil terus berharap akan ada yang menghampiriku.





A Job Well Done!

24 10 2009

First, there was The Cow which produced Milk
the cow

Second, there was The Brown Cow which produced Chocolate Milk
the chocolate cow

And now…

Meet The Pink Cow! It produces Strawberry Milk!
the strawberry cow

Again, Zynga has done a very good job for stating those misguiding facts…





Not Perfect Is Good…

23 10 2009

I spit on perfection.

Perfection, after all, implies that you’ve reach the summit.
No trial and error…
No ability to conceptualize…

Many magnificent being have been, and will continue to come into existence, and yet every last of them will fall short of perfection’s finish line.

Our function as men of science relies on their many shortcomings. Then, and only then, we can apply the fruits of our labor….

Quoted from Kurotsuchi Mayuri from Bleach chapter 306 by Kubo Tite.





Sebuah Seruan Tentang Neuropsikologi

19 10 2009

Dengarkanlah, atau bacalah, seruanku wahai pengguna internet sedunia!

Bahwa neuropsikologi itu adalah cabang dari ilmu psikologi yang berusaha mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksikan, dan mengubah tingkah laku serta menghubungkannya dengan kegiatan otak dan sistem saraf manusia!

Serta dengarkanlah, atau bacalah, seruanku ini:

Bahwa saya tidak pernah menyukai untuk belajar sistem saraf dan tidak akan pernah suka sampai mata ini tertutup untuk selamanya ketika saya dipanggil Yang Maha Kuasa!